🦓 Pondok Pesantren Suryalaya Pengganti Abah Anom

Setelah kunjungan Syekh Tholhah (w. 1935 M) ke Suryalaya, perlahan-lahan gangguan kemanan dan juga hambatan-hambatan yang tergolong berat yang sebelumnya sangat banyak dan memprihatinkan menjadi mereda. Kunjungan sang guru ke Suryalaya itu disebabkan karena adanya peristiwa yang sangat berat menimpa Abah Sepuh tetapi akhirnya punya hikmah besar. Dengan rasa ikhlas dan penuh ketauladan, Abah Anom gigih menyebarkan ajaran Islam. Pondok Pesantren Suryalaya, dengan kepemimpinan Abah Anom, tampil sebagai pelopor pembangunan perekonomian rakyat melalui pembangunan irigasi untuk meningkatkan pertanian, membuat kincir air untuk pembangkit tenaga listrik, dan lain-lain. Syuja, murid dan wakil talqin Abah Anom di Malaysia. Berdasarkan penelitian, teknologi spiritual Kata kunci: Inabah, mursyid, talkin, TQN pondok Pesantren Suryalaya. ABSTRACT 9 Unung Sunardjo, Sejarah Pondok Pesantren Suryalaya, (Cirebon: Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya, 1995), h. 27-43 Pada masa kepemimpinan Abah Anom, Pondok Pesantren Suryalaya berperan aktif dalam kegiatan Keagamaan, Sosial, Pendidikan, Pertanian, Kesehatan, Lingkungan Hidup, dan Kenegaraan.Hal ini terbukti dari penghargaan yang Syekh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad r.a. Syekh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad, atau Abah Sepuh, pendiri Pesantren Suryalaya. Sebuah pesantren tasawuf yang khusus mengajarkan Thariqat Qadiriyyah Naqsabandiyah (TQN). Ia memasuki bangku sekolah dasar (Vervooleg school) di Ciamis, pada usia 8 tahun. Lima tahun kemudian melanjutkan ke Beliau juga adalah pimpinan dari salah satu pesantren terbesar yang ada di Jawa Barat yaitu Pondok Pesantren Suryalaya. Mengenai kesaktian dan karomahnya, banyak sekali cerita-cerita tentang kesaktian beliau yang tersebar di masyarakat sunda, khususnya bagi kaum sarungan. Dikisahkan pada suatu hari, Abah Anom kedatangan seorang tamu beserta Kolam-kolamnya di sekitar pesantren, ia bebaskan untuk masyarakat sekitar.ÿPondok-pondok inabah ia dirikan untuk menyelamatkan korban narkoba. Hidupnya ia wakafkan untuk kepentingan masyarakat, juga tak lupa untuk memberi perhatian kepada keluarga.ÿÿDisebabkan Akhlak dan khidmatnya itulah, para ikhwan bahkan beberapa akademisi meyakini Abah Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai psychological well-being pada penyalahguna NAPZA di Inabah 20 Putra Pondok Pesantren Suryalaya Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang. Teknik sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Pesantren Suryalaya Tasikmalaya. Pondok Pesantren Suryalaya dirintis oleh Syaikh Abdullah bin Nur Muhammad atau yang dikenal dengan panggilan Abah Sepuh, pada masa perintisannya banyak mengalami hambatan dan rintangan, baik dari pemerintah kolonial Belanda maupun dari masyarakat sekitar. Juga lingkungan alam (geografis) yang cukup menyulitkan. Pada kisaran tahun 1923-1928 Syaikh Ahmad Shahibul Wafa Tajul Arifin masuk Sekolah Dasar (Verfolg School) di Ciamis, Pada usia 8 tahun. Kemudian beliau masuk Sekolah Menengah semacam Tsanawiyah di Ciawi Tasikmalaya. Beliau mulai mendalami ilmu agama pada tahun 1930 pada Kiyai yang terkenal di Pesantren Cicariang, Pesantren Jambudipa, dan Pengembaraan ilmu Abah Anom ke berbagai pesantren di Jawa Barat sudah dilakukan sejak 1930. Pada 1938, setelah menikah dengan Euis Siti Ruyanah pada usia 23 tahun, Abah Anom menimba ilmu agama ke Tanah Suci sekaligus menyempurnakan Rukun Islam dengan menunaikan ibadah haji. Syekh ini adalah salah satu pemimpin pesantren Tarekat Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah (TQN) terbesar di Indonesia, yakni Pesantren Suryalaya di Tasikmalaya, Jawa Barat. Beliau lebih dikenal sebagai “Abah Anom” atau “Kyai Muda,” karena beliau diangkat menggantikan ayahnya sebagai pemimpin pesantren dalam usia yang masih muda, yakni 35 tahun. X5ViQ.

pondok pesantren suryalaya pengganti abah anom